Mungkin
semua sudah terlambat tuk mengatakan aku menyesal, semua hal bodoh yang telah
ku lakukan dari mulai mencintaimu , memilikimu dan sampai harus kehilangan mu
juga. Haruskah aku bersedih? Berduka? Atau bahkan bahagia dengan apa yang telah
terjadi, mungkin tuhan punya rencana lain tuk membahagian ku, meski bukan
bersamamu .
Menurutku
ini waktu yang sangat singkat untuk membagi kebahagian bersama mu, tak terasa
semua sudah di ambang kita yang tak lagi bisa menyatukan apa yang seharusnya di
satukan, apa yang seharusnya kita lakukan, ke-se-harusan kita. Kita memilih
bungkam dan pergi dari semua yang sudah
terjalin, semua yang sudah terlanjur ter-beri rasa, begitu indah bukan rasa
itu? Macam-macam rasa kita miliki, namun sayang kita tak di takdirkan untuk terus
belama lama.
Semua
yang terlanjur terjadi , mulai dari rasa sayang yang begitu besar terhadap mu,
rasa yakin terhadap kita, kita yang terlanjur bersatu namun akhirnya berpisah
dengan tidak baik. Sakit kah saat kata belum terucap namun keputusan sudah terjadi,
se tolol itu kah kita? Ke egoisan sepihak kah? Semua masih aku pertanyakan, Ada
apa dengan Kita?
Kita
yang dulu terbalut tawa, kebahagian, dan tentunya rasa pahit, sakit. Semua kita
jalani bersama kan? Kita sudah mulai terbiasa dengan semua itu.. namun apa? Aku
salah menilai kita. Entah aku pun harus menyalahkan siapa, Aku Kamu atau Kita.
Kali ini
aku menulis gambaran hati ku, dan tentang kamu juga tentunya.
Aku
mulai sadar akan sesuatu yang telah aku perbuat dan akhirnya penyesalan pun
terjadi, namun apa boleh buat ini mau mu kan?:’)
Aku akan terus berada di tempat
itu, sendiri meski tanpa mu dan tanpa kita .
Ada satu luka yang mungkin tak kan bisa terobati,
Rasa sakit akan cibiran pedas mu menghina diriku. Sesuci itukah kamu? Se-
sempurna itu kah kamu? . iya memang aku tidak se-Sempurna mu.
Aku akan tetap menyayangimu,lebih
dari apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar