Kamis, 16 Januari 2014

saat yang kulakukan adalah sia-sia


Apa yang ku lakukan ini sia sia? Aku yang selalu berharap akan cinta tulus mu, aku yang selalu berharap dapat perhatian dari mu apa ini sia sia? Apa yang ku inginkan hanya hayalan ku,hanya anganku,hanya mimpi besarku yang takaan pernah terwujud? Aku lelah mas, aku sangat teramat lelah untuk mengharapkannya menjadi nyata, apa ini tak membuatku sakit melihatmu berjalan bersama wanita pujaanmu bersama wanita impiannmu bersama wanita yang kau dambakan , iya ‘dia’ segala galanya yang kamu harapkan ada pada dia, dia begitu sempurna untukmu beda dengan ku, wanita biasa yang hanya ingin seutuhnya dengan mu ,hidup dengan,dan membagi kisah sedih dan bahagia bersamamu, menjalin kasih bersamamu, berbagi tawa bersamamu, dan membahagiakan sisa waktu yang terpuruk tanpa, aku ingin membangun semua bersama mu.
Aku akan selalu menjadi pengintai utama mu yang akan selalu membuntutimu, aku hanya ingin sekedar tahu gimana keadaan mu dan bagaimana kamu sehari-hari. Hari ini aku melihatmu di koridor halte seperti sedang menunggu bus yang akan menjemputnya bertemu sang wanita idamanmu segeralah aku bergegas mendekati koridor tersebut dengan modal jaket coklat, kututup sebagian kepalaku agar tak terlihat rupa ku yang buruk ini . terdengar suara bus yang akan segera mendekati halte yang sedang aku kunjung ini, kamu melangkahkan kaki meluncur masuk ke dalam bus tak lama pun aku segera mengikuti mu   namun aku berjaga jarak agar tak terllihat oleh mu, sekitar 20 menit beraada di bus akhirya kamu turun di tempat tujuanmu aku tak mengenali tempat ini namun tetap akan aku selidiki mau apa kamu ke tempat yang sangat sepi ini, kabirin kabirin tua yang kini kami lewati semakain membuat ku penasaran tempat apa yang akan kamu kunjungi, terdapat pintu tua bertuliskan ‘eror’ yang sebentar lagi akan dia buka lalu perlahan saat kamu memasuki tempat itu aku pun melangkah mengikutinya saat melangkah mendekati pintu tua itu mulai terdengar suara bising yang sangat menggangu telinga sekarang rasa penasarankupun mulai menggelora seperti minyak yang sedang terbakar api, saat membuka pintu tua itu mulai terlihat lampu kerlap-kerlip lagu disco yang sengaja di setel keras-keras ya ini discotic yang terpencil tempat dimana pengedar narkoba,minuman-minuma keras,para psk beredar. Mau apa dia kesini? Sekedar mau lewat?cuci mata?atau? mata ku seperti anjing yang mencium mangsanya mata ku sibuk mencari sosok mu , Yap kudapatkan kau duduk bersama wanita itu sofa merah arah jam 11 dengan tirai transparan tertutup, mau apa dia disini? Tibatiba detak jantungku berdebar ada apa ini? Aku terus menajamkan penglihatanku melihat akan apa yang mereka lakukan,mereka membenarkan posisi duduk menjadi lebih dekat yap mereka saling mendekatkan wajah membiarkan bibir mereka bertemu semakin dalam pertemuan bibir itu kamu yang memainkannya dengan santai dan wanitamu yang sedikit agak kasar kau tarik ke atas kamu hisap dengan penuh napsu dan tak kalah pula tangan bermain dengan tubuh wanita itu, hancur sudah hati ku melihat mu seperti ini, aku bergegas keluar dengan  langkah terburu buru mataku yang terasa berat genangan air mata  yang membendung,air ini terasa ingin keluar tak kuat ku menahannya beerderailah air mataku ini sambil berjalan menulusuri kabirin tua itu tak kusangkan lelaki yang ku harapkan ternyata tak sesuai yang ku harapka pupus sudah semua harapanku, siasialah kerja kerasku selama ini untuk mendapatakan cinta mu.
Sejak kejadian itu aku berusaha tak lagi memikirkan mu,tak lagi mengintaimu. Cukup sudah ku mengharapkan lelaki yang tak pantas ku sandang sebagai lelaki baik. Pengintainya singkat itu tyang tak sampai 24 jam namun sudah menghancurkan harapkan ku selama ini .
-
Don’t Judge By Cover .
Kreditbay Nurulf alias gue alias unuy alias noey alias orang cantik eh pik deng,cerita fiktif yan tertulis murni hasil karya otak gue sendewek. No copascopas! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar