Apa yang
ku lakukan ini sia sia? Aku yang selalu berharap akan cinta tulus mu, aku yang
selalu berharap dapat perhatian dari mu apa ini sia sia? Apa yang ku inginkan
hanya hayalan ku,hanya anganku,hanya mimpi besarku yang takaan pernah terwujud?
Aku lelah mas, aku sangat teramat lelah untuk mengharapkannya menjadi nyata,
apa ini tak membuatku sakit melihatmu berjalan bersama wanita pujaanmu bersama
wanita impiannmu bersama wanita yang kau dambakan , iya ‘dia’ segala galanya yang
kamu harapkan ada pada dia, dia begitu sempurna untukmu beda dengan ku, wanita
biasa yang hanya ingin seutuhnya dengan mu ,hidup dengan,dan membagi kisah
sedih dan bahagia bersamamu, menjalin kasih bersamamu, berbagi tawa bersamamu,
dan membahagiakan sisa waktu yang terpuruk tanpa, aku ingin membangun semua
bersama mu.
Aku akan
selalu menjadi pengintai utama mu yang akan selalu membuntutimu, aku hanya
ingin sekedar tahu gimana keadaan mu dan bagaimana kamu sehari-hari. Hari ini
aku melihatmu di koridor halte seperti sedang menunggu bus yang akan
menjemputnya bertemu sang wanita idamanmu segeralah aku bergegas mendekati
koridor tersebut dengan modal jaket coklat, kututup sebagian kepalaku agar tak
terlihat rupa ku yang buruk ini . terdengar suara bus yang akan segera
mendekati halte yang sedang aku kunjung ini, kamu melangkahkan kaki meluncur
masuk ke dalam bus tak lama pun aku segera mengikuti mu namun aku berjaga jarak agar tak terllihat
oleh mu, sekitar 20 menit beraada di bus akhirya kamu turun di tempat tujuanmu
aku tak mengenali tempat ini namun tetap akan aku selidiki mau apa kamu ke
tempat yang sangat sepi ini, kabirin kabirin tua yang kini kami lewati semakain
membuat ku penasaran tempat apa yang akan kamu kunjungi, terdapat pintu tua
bertuliskan ‘eror’ yang sebentar lagi akan dia buka lalu perlahan saat kamu
memasuki tempat itu aku pun melangkah mengikutinya saat melangkah mendekati
pintu tua itu mulai terdengar suara bising yang sangat menggangu telinga
sekarang rasa penasarankupun mulai menggelora seperti minyak yang sedang terbakar
api, saat membuka pintu tua itu mulai terlihat lampu kerlap-kerlip lagu disco
yang sengaja di setel keras-keras ya ini discotic yang terpencil tempat dimana
pengedar narkoba,minuman-minuma keras,para psk beredar. Mau apa dia kesini?
Sekedar mau lewat?cuci mata?atau? mata ku seperti anjing yang mencium mangsanya
mata ku sibuk mencari sosok mu , Yap kudapatkan kau duduk bersama wanita itu
sofa merah arah jam 11 dengan tirai transparan tertutup, mau apa dia disini?
Tibatiba detak jantungku berdebar ada apa ini? Aku terus menajamkan
penglihatanku melihat akan apa yang mereka lakukan,mereka membenarkan posisi
duduk menjadi lebih dekat yap mereka saling mendekatkan wajah membiarkan bibir
mereka bertemu semakin dalam pertemuan bibir itu kamu yang memainkannya dengan
santai dan wanitamu yang sedikit agak kasar kau tarik ke atas kamu hisap dengan
penuh napsu dan tak kalah pula tangan bermain dengan tubuh wanita itu, hancur
sudah hati ku melihat mu seperti ini, aku bergegas keluar dengan langkah terburu buru mataku yang terasa berat
genangan air mata yang membendung,air
ini terasa ingin keluar tak kuat ku menahannya beerderailah air mataku ini
sambil berjalan menulusuri kabirin tua itu tak kusangkan lelaki yang ku
harapkan ternyata tak sesuai yang ku harapka pupus sudah semua harapanku,
siasialah kerja kerasku selama ini untuk mendapatakan cinta mu.
Sejak
kejadian itu aku berusaha tak lagi memikirkan mu,tak lagi mengintaimu. Cukup
sudah ku mengharapkan lelaki yang tak pantas ku sandang sebagai lelaki baik.
Pengintainya singkat itu tyang tak sampai 24 jam namun sudah menghancurkan
harapkan ku selama ini .
-
Don’t
Judge By Cover .
Kreditbay Nurulf alias
gue alias unuy alias noey alias orang cantik eh pik deng,cerita fiktif yan
tertulis murni hasil karya otak gue sendewek. No copascopas!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar