Suasana cafe malam ini begitu ramai tidak
seperti biasanya , duduk di pojok ruangan bersebelahan langsung dengan jendela
membuatku ber tanya-tanya kapan ku raih cinta yang ku tunggu sampai detik ini,
ini adalah tanda tanya besar bagiku setelah kerikil lalu membuat hati ku tak
kenal cinta lagi.
Suasana
cafe tak lagi ramai waktu terasa terhenti setelah ku lihat dia lewat hadapanku
rambut gondrong, tinggi yang lumayan, berkumis tipis, laki-laki itu telah
menghipnotis mata dan juga waktuku, siapa dia? Dia mendudukan dirinya persis di
sebalah meja ku, ini membuatku semakin penasaran siapa laki-laki itu, ku lihat
dia semakin dalam, dan lalu mata kami bertemu.. oh tuhan baru kau tunjukan lagi
cara menyukai seseorang, mata berukuran sedang berwarna coklat itu sedang
melihatku, serasa jantung ini berhenti untuk beberapa saat , tuhan ini kah
rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama lagi? Sugguh indah..
kopi
yang tadi ku pesan sekarang sudah berubah menjadi air dingin yg ber rasa kopi
sudah tak enak untuk ku minum, ku lihat dia di sebelah tak mengeluarkan sepatah
kata pun, aku tak pernah merasa sepenasaran ini kepada orang kecuali kepada dia
, dia adalah magnet yang membuatku terpanah akan sikapnya.... setelah lama lama
ku lihat tingkahnya ku tahu dia hanya mengerjakan apa yang dia bawa, artinya
dia tidak menunggu seseorang untuk duduk bersamanya malam ini. Waktu sudah
lumayan larut aku pun masih setia duduk melihatnya bermain dengan laptop dan
pocketbook hitam yang sedari tadi ia coret kan, apa yang dia tulisakan di pocketbook
hitam itu? Pandanganku buyar ketika mendapati dia memergokiku yang sedang
memerhatikannya , ku palingkan wajahku melihat sisi lain di ruangan itu agar
dia tak menyadari kalau dia sedang di awasi oleh ku. Saat mataku melihatnya
lagi, dia sedang membereskan barang bawaan yang dia bawa dan meningglkan
selembar uang di atas meja, mau kemana dia? .. magnet di dalam tubuh ku ini
menarik diri ku untuk mengikutinya dari jauh. Ku langkah kan kaki ku yang
berselimut sepatu convrs belel yang sudah pudar , ku ikuti setiap langkah kaki
laki – laki itu melewati gang di samping cafe dan sampai beberapa saat langkah
itu terhenti dan menoleh ke arahku, YA AMPUN!!! Dia tahu bahwa aku sedang
mengikutinya . aku pun terdiam di tempat aku berdiri dan jantung ku mulai
berpacu seperti di pompa oleh sesuatu, dia mulai menghampiriku dan menuliskan
kalimat di pocketbook hitamnya ‘lo ngikutin gue dari tadi?’ di tujukan lah
kalimat yg ia buat di pocketbook itu, otak ku berfikir kenapa dia tidak
langsung saja berbicara pada ku , dengan polos aku menjawab ‘kenapa harus di
tulis? Knp ga lo ngomong langsung aja?’ dan laki-laki itu pun menuliskan
beberapa kata yang singkat ‘suara gue menghilang sejak kecil’ sontak seperti
batu menghantam tubuhku , ‘ lo bisu?’ cetusku dengan nada santai, dan seperti
biasa dia menuliskan beberapa kata lagi ‘ iya, kenapa? Lo kaget?’ perasaan
tidak enak mulai menghantui diriku ‘ sorry gue gatau, dan ga bermaksud ngejek
lo niat gue baik kok’ dia menulis lagi ‘gapapa ko sudah biasa, nama lo siapa?
Kenapa ngikutin gue dari tadi?’ dengan semangat aku menjawab ‘sorry ya sekali
lagi, gue biba, haha sorry kalo lo ngerasa gue ikutin lo, ini arah jalan rumah
gue’ dengan menyesal telah mengucapkan kebohongan pertama kepada laki – laki
ini, dia menjawab ‘gue galang, haha gue kira lo ngikutin gue, rumah lo di
sebelah mananya? Rumah gue juga disini’ pertanyaan yg memancing ku untuk
berbohong kedua kalinya ‘itu di sebelah sana *tanganku menunjuk satu jalan yang
agak gelap dan sempit* ‘oh disana, yaudah sana lo pulang udh malam gabaik cewe
malam2 gini keluyuran btw salam kenal bi’ haaaaaaaaa rasanya begitu senang
melihat dia menuliskan nama ku di pocket booknya itu dengan antusias aku
langsung menjawab ‘iya ini gue jg mau balik, sampai ketemu lagi ya’ kata ku
menyudahi pertemuan singkat ini . dengan langkah yang sangat bodoh karna salah
tingkah aku memutar balikan tubuhku ke arah berlawanan dari gang yang tadi ku
tunjuk dan berjalan sangat cepat.. tak terasa rumahku sudah terlihat dari
pandanganku mulai ku percepat langkah ku seakan tak sabar untuk beristirahat di
kamar.
Memasuki
rumah dengan sangat gembira dengan apa yang ku dapatkan hari ini sunggu aku
senang. Ku bantingkan diri ini ke kasur yang ku sayangi ku lihat langit langit
kamar yang terlihat bingung menatapku tersenyum seorang diri ‘ sungguh aku
belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, sungguh kah ini cinta pandangan
pertama? Melihatnya duduk di cafe tadi membuat ku semakin ingin sering pergi ke
cafe itu, oh tuhan jangan jadiakan aku wanita yang terlalu berharap akan
laki-laki yg tak akan memberikan harapan itu. Mataku mulai memejamkan
kelopaknya perlahan ‘ tuhan... terima kasih’ ..
Pagi
ini aku berjalan sangat cepat aku tahu hari ini aku terlambat bangun pergi
kesekolah, aku yakin raka sudah menunggu ku di depan rumah ku... dan ternyata
benar raka sudah memasang muka kesal karna terlalu lama menungguku. Raka ini
mantan kekasih yang telah memberi banyak luka, tapi kami tetap bersama sampai
saat ini meski aku lelah harus terus ber temu dengannya. Aku menduduki jog
bagian belakang motorya dengan muka yang penuh rasa bersalah karna sekian kali
membuatnya terlambat karena ku.
Magnet
ini menuntut ku untuk mengunjungi cafe itu sepulang sekolah nanti, harus kah?
Dengan
sangat malas-malassan aku mengikuti pelajaran yg sangat membosankan hari ini,
menunggu bel istirahat membuatku ingin muntah di dalam kelas, suasana kelas yg
sangat bising membuatku ingin segara cepat-cepat pulang.. ku kuncir berualang
ulang kali rambut pirangku ini sampai bosan dan akhirnya bel istirahat pun
berbunyi, seperti biasa raka selalu mengajak ku pergi ke kantin dengan
pacarnya. Gilak kah? Hampir 6 bulan aku seperti ini, ngebatin. Moveon tak boleh
dan aku harus terus selalu bersamanya menemani ke mana pun dia pergi bersama
pacarnya, aku ini kacung?
Langkah
kaki ku menuntun arah menuju cafe itu lagi.... sebenarnya apa yg aku cari?
*dia* sahut hati ku dalam diam, mau tak mau aku harus menuruti kaki ini
berjalan langkah demi langkah akhirnya aku pun sampai pada pintu depan cafe
yang berdesian kayu pahat yg sangat unik, lalu setelah memasuki ruangan kulihat
sekeliling mencari dia , tak ku temukan sosok rambut gondrong itu raut muka
kecewa mulai terpancar dari diriku aku pun langsung mencari tempat duduk dan
masih berharap dia datang tak lama saat aku duduk tiba tiba saja seorang laki
laki langsung duduk di depan hadapanku tanpa meminta izin terlebih dahulu!
Tidak sopan! Ku alihkan wajah ku ke laki laki tak sopan ini ...... dan ini
ternyata raka sedang apa dia disini? Membuntutiku? Hah aku kira *dia*
‘kamu
lg nunggu org bi?’ tanya raka dengan ngos ngosan
‘tidak,sedang
apa kamu disini? Mana pacar mu itu’ jawab ku datar
‘aku
sengaja mengikutimu, habis kamu berubah akhir2 ini bi apakah kamu sudah menemukan seseorang yang baru?’
‘raka
berkali kali aku blg, kita sudah tidak ada hubungan lagi sekarang kita hanya
sebatas teman, harus kah aku memberi tahu mu apa yang aku rasa saat ini? Oke
kalau memang ini mau mu . raka kenapa sih kamu ga jalanin hidup ini sendiri?
Tanpa aku. aku sudah cape harus mengikuti kaki mu melangkah bersama gadis
pujaan mu, kau anggap aku ini apa? Sampah? Kau sama sekali tak menghargai ke
beradaanku saat kau sedang bersama gadis pujaan mu itu! Dengar raka aku pun
harus mencari cinta baru! Se manis apa pun kenangan kita dulu toh itu juga masa
lalu yang udah kamu sia sia in, kamu sia siain sayang tulus aku demi dia! Dan
saat semua berakhir kau pun masih tetap menahanku, kau menang banyak raka! Aku
ga bisa terus hidup sama masa lalu! Lebih baik kita biasa saja tak harus selalu
bersama’ sahutku dengan agak emosi
‘
biba gak seperti biasa kamu berucap seperti ini, biasanya pun kamu selalu diam
saat aku bersama nada’ sahut raka dengan tampang yang sangat santai.
‘aku
diam karna masih menahan lelah karna apa yang telah kau lakukan! Skrng titik lemah
ku sudah buyar! Aku harus tegas raka.’
Aku
pun langsung meninggalkan tempat itu sambil meneteskan air mata sugguh tega
raka berkata dengan santai dengan apa yg telah di lakukannya itu sangat
membuatku rugi.
Jika tidak membuat
bahagia, rela kan lah.
Kejadian
tadi sangat membuat ku berfikir apa yang harus ku lakukan skrng demi hidupku
nanti, apa harus aku terus hidup bersama masa lalu? Lalu kapan aku melangkah?
Aku sudah terlalu muak dengan semuanya
aku harus mengakhiri ini secepatnya.
Aku
berniat untuk mengirim pesan kepada raka, aku harus mengambil langkah tegas
agar dia tak terus menerus menginjak nginjak diriku .
BIBA
:‘raka maafkan aku, aku tdk bisa terus menerus hidup seperti ini hidup bersama
langkah tak jelas mu itu, aku harus melakukan apa yang telah kau lakukan
‘mencari cinta baru’ dan kini aku pun sudah menemukannya, tolong rak biarkan
aku pergi kau tak boleh menahanku terus di dalam permainan mu ini’
RAKA
:’ kamu berubah biba, tak seperti biasanya kau seperti ini. Apa kamu lelah?
Tapi kenapa baru sekarang kau bilang? Karna kau sudah dapat cinta baru? Biba
hati2 itu hanya pelampiasan mu saja aku tak ingin kau pergi dengan yg lain,
tetap lah bersamaku.’
BIBA
:’ kata-kata mu itu se akan memojokan ku! Kamu egois. Kamu hanya seorang mantan
kekasih raka,ingat! Kau tak berhak mengatur ku seperti itu aku hanya ingin
bebas dari masa lalu, apa pun yg kau katakan nanti kamu harus ingat “cinta tak
bisa di paksakan”
Aku
sudah muak dengan laki laki seperti raka, sudah lah fokus bi anggap saja
sekarang kamu dan dia sudah tidak ada apa apa, dan akhirnya aku terbebas dari
masa lalu yang membuat ku gerah . sekarang tugas ku satu ‘mengejar cinta bisu’
v
3
BULAN KEMUDIAN
Entah
hari yang ku jalani setelah tak bersama raka lagi sangat teramat bebas, enjoy
aku bisa menikmati indahnya hidup. liburan semester kali ini aku hanya ingin
melihatnya, melihat rambut gondrong yang membawa pocketbook hitam yg sedang bersandar menikmati coffe. Sungguh aku
merindukanya.
Membuka
sosial media di kala liburan memang sangat membosan kan, gimana kalau aku
belajar bahasa issyrat menggunakan tangan, siapa tau itu bermakna untukku saat
bertemu galang suatu hari nanti. Dengan sangat inisiatif aku mengetik di
halaman website dan mempelajari bahasa isyarat tersebut dengan sangat
konsentrasi dan dengan niat pula hahahaha.
Tidak
sampai seminggu aku sudah mulai mengerti bahasa issyarat tangan, dari pada
ketekunanku sia sia dan tak ada gunanya aku ingin mengunjung caffe kopi
tersebut siapa tau, itu adalah hari keberuntunganku bisa bertemu galang dan
bercerita bersama .
Hari
ini aku sengaja untuk mendatangi caffe kopi itu, ya karna hati ku tak sabar
untuk bertemu denganya. Flanel kotakkotak berwarna merah berpadu dengan jeans
biru ke putih2han ber padu dengan long convers merah mewarnai tubuhku hari ini,
ini ku lakukan demi dia aku sangat berharap kali ini adalah hari
keberuntunganku untuk bertemunya di caffe kopi tersebut. Ku langkahkan kaki
panjangku menelusuri jalan menuju caffe kopi,selang beberapa menit terlihat
jelas pintu kayu yang keren itu, ku semakin bersemangat untuk memasuki pintu
itu, melihat apakah ada hadiah terindah didalamnya, saat memasuki pintu pertama
dan melihat sekeliling isi caffe tersebut belum kulihat sosok nya di antara
orang orang ini. Gagal lagi aku menemukannya di caffe ini kemana dia
sebenarnya?
aku menikmati kopi dengan hati yang bimbang,
hati ini terus menanyakan dimana keberadaan si cowo gagu itu lambat laun aku
pun mulai bosan dan berniat meninggalkan caffe tersebut karna org yg aku cari
tak ada di antara penikmat kopi caffe ini, ku langkahkkan kaki bersama badanku
yang terasa berat hendak berjalan menuruni tangga kecil yang ada di depan
pintu, setelah beberapa menit berjalan aku merasa seperti ada yang menepuk
pundak ku dari belakang halah, dengan
muka malas aku memalingkan badan ku dan ternyata itu adalah galang!!!!!!!!!!!
Sontak hati langsung ber degup kencang , tanpa basa basi langsung lah ku pakai
jurus andalan ku dengan berbicara dengannya menggunakan bahasa tangan.
Biba
:’kemana saja kau, akhir-akhir ini aku mencari mu’
Galang
;’ kenapa kau mencari ku?’
Biba
:’ aku ingin bertaman dengan mu, bisa kah?’
Ternyata aku
semakin mahir melantunkan tangan membuahkan kata kata untuk sang gagu ini,
sungguh terima kasih tuhan kau telah menemukan ku dengannya hari ini
Galang
:’boleh saja, jujur aku jg sedang mencari mu makanya aku menepuk pundak mu bi’
katanya sambil mengeluarkan senyum yg penuh arti
Biba
:’ kalau begitu kita bisa mampir kerumah ku untuk bercanda atau berbagi
bercerita lang’
Galang
;’ baik bi’
Berjalan
berdampingan dengan mu membuat ku semaking mengagumi mu lang, sungguh kau laki
laki paling keren yg pernah ku temui. Aku ingin sekali memilikimu.
Sesampainya
dirumah ku galang langsung duduk di depan halaman rumah ku dan dia berkata
dengan menggunakan bahasa tangan ‘kita ngobrol disini aja ya bi mungkin akan
lebih seru’ ku anggukan dan menyetujui permintaan galang. Dan akhirnya kami
bercerita dan mengobrol bersama sambil memandang mata satu sama lain. Sungguh
ini sangat lah indah.
Galang:’
kamu bisa bahasa tangan sejak kapan?’
Biba
:’ sejak aku bertemu kamu aku sudah ber inisiatif untuk mempelajari bahasa
tangan’
Galang
:’ kenapa kau melakukan itu bi?’
Biba:’
aku ingin berbagi cerita dan bisa mengobrol dengan mu lang’ lantunku dengan
memamerkan senyum sejuta harapan
Galang:’
bisa saja kau ini’ sambil mendorong pundak biba
Aku
tak sanggup menahan rasa ini, rasanya ingin aku keluarkan. entah dia
beranggapan ini terlalu cepat atau apa tapi yang pasti aku ingin mengatakannya
sekarang juga. Dengan sangat berani aku melontarkan sebuah isyarat yang
membuatnya bengong dan mentap ku kosong
‘aku
tau ini terlalu cepat tapi galang kamu memang harus mengetahuinya bahwa aku
‘sudah lama mencari mu, sudah lama memendam semua ini’ dengan sedikit ragu ku
ayuhkan tangan dan tangan ku berkata ‘ aku sayang kamu lang’
Beban
yg sedari tadi ada di dalam hati ku kini sudah buyar, setelah aku
mengungkapkannya dan seketika galang langsung membuka pocketbook dan mencari
halaman yg agak lalu dan menunjukan isi dari kertas pocketbook itu ‘pertama
kali mata bertemu kau memang lah beda’ ‘ rambut kuncir kuda’ ‘ kapan aku bisa
bertemunya lagi’ ‘ semoga kita memandang langit yang sama’ ‘ aku ingin memilikimu’
Aku
sontak kaget dan bercampur senang tak menyangka dia juga mengalami hal yang
serupa dengan apa yg ku rasakan ...
Setelah aku
mengetahui apa yg dia rasakan kita berniat untuk terus ber jalan, entah mungkin
ini waktu yang mendadak dan terlalu cepat tapi apa boleh buat jika hati sudah
berkata ‘iya’ langit dan tangan tangan kita menjadi saksi akan terungkapnya
misteri hati kita masing masih, tak ku sangka pertemuan singkat ini membuahkan
hadiah yang sangat ini, mulai sekarang kita tau hati kita akan berlabuh kemana.
Salam
manis nf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar