Selasa, 13 Januari 2015

singkat bukan berarti tak berarti

    Suasana cafe malam ini begitu ramai tidak seperti biasanya , duduk di pojok ruangan bersebelahan langsung dengan jendela membuatku ber tanya-tanya kapan ku raih cinta yang ku tunggu sampai detik ini, ini adalah tanda tanya besar bagiku setelah kerikil lalu membuat hati ku tak kenal cinta lagi.
Suasana cafe tak lagi ramai waktu terasa terhenti setelah ku lihat dia lewat hadapanku rambut gondrong, tinggi yang lumayan, berkumis tipis, laki-laki itu telah menghipnotis mata dan juga waktuku, siapa dia? Dia mendudukan dirinya persis di sebalah meja ku, ini membuatku semakin penasaran siapa laki-laki itu, ku lihat dia semakin dalam, dan lalu mata kami bertemu.. oh tuhan baru kau tunjukan lagi cara menyukai seseorang, mata berukuran sedang berwarna coklat itu sedang melihatku, serasa jantung ini berhenti untuk beberapa saat , tuhan ini kah rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama lagi? Sugguh indah..
kopi yang tadi ku pesan sekarang sudah berubah menjadi air dingin yg ber rasa kopi sudah tak enak untuk ku minum, ku lihat dia di sebelah tak mengeluarkan sepatah kata pun, aku tak pernah merasa sepenasaran ini kepada orang kecuali kepada dia , dia adalah magnet yang membuatku terpanah akan sikapnya.... setelah lama lama ku lihat tingkahnya ku tahu dia hanya mengerjakan apa yang dia bawa, artinya dia tidak menunggu seseorang untuk duduk bersamanya malam ini. Waktu sudah lumayan larut aku pun masih setia duduk melihatnya bermain dengan laptop dan pocketbook hitam yang sedari tadi ia coret kan, apa yang dia tulisakan di pocketbook hitam itu? Pandanganku buyar ketika mendapati dia memergokiku yang sedang memerhatikannya , ku palingkan wajahku melihat sisi lain di ruangan itu agar dia tak menyadari kalau dia sedang di awasi oleh ku. Saat mataku melihatnya lagi, dia sedang membereskan barang bawaan yang dia bawa dan meningglkan selembar uang di atas meja, mau kemana dia? .. magnet di dalam tubuh ku ini menarik diri ku untuk mengikutinya dari jauh. Ku langkah kan kaki ku yang berselimut sepatu convrs belel yang sudah pudar , ku ikuti setiap langkah kaki laki – laki itu melewati gang di samping cafe dan sampai beberapa saat langkah itu terhenti dan menoleh ke arahku, YA AMPUN!!! Dia tahu bahwa aku sedang mengikutinya . aku pun terdiam di tempat aku berdiri dan jantung ku mulai berpacu seperti di pompa oleh sesuatu, dia mulai menghampiriku dan menuliskan kalimat di pocketbook hitamnya ‘lo ngikutin gue dari tadi?’ di tujukan lah kalimat yg ia buat di pocketbook itu, otak ku berfikir kenapa dia tidak langsung saja berbicara pada ku , dengan polos aku menjawab ‘kenapa harus di tulis? Knp ga lo ngomong langsung aja?’ dan laki-laki itu pun menuliskan beberapa kata yang singkat ‘suara gue menghilang sejak kecil’ sontak seperti batu menghantam tubuhku , ‘ lo bisu?’ cetusku dengan nada santai, dan seperti biasa dia menuliskan beberapa kata lagi ‘ iya, kenapa? Lo kaget?’ perasaan tidak enak mulai menghantui diriku ‘ sorry gue gatau, dan ga bermaksud ngejek lo niat gue baik kok’ dia menulis lagi ‘gapapa ko sudah biasa, nama lo siapa? Kenapa ngikutin gue dari tadi?’ dengan semangat aku menjawab ‘sorry ya sekali lagi, gue biba, haha sorry kalo lo ngerasa gue ikutin lo, ini arah jalan rumah gue’ dengan menyesal telah mengucapkan kebohongan pertama kepada laki – laki ini, dia menjawab ‘gue galang, haha gue kira lo ngikutin gue, rumah lo di sebelah mananya? Rumah gue juga disini’ pertanyaan yg memancing ku untuk berbohong kedua kalinya ‘itu di sebelah sana *tanganku menunjuk satu jalan yang agak gelap dan sempit* ‘oh disana, yaudah sana lo pulang udh malam gabaik cewe malam2 gini keluyuran btw salam kenal bi’ haaaaaaaaa rasanya begitu senang melihat dia menuliskan nama ku di pocket booknya itu dengan antusias aku langsung menjawab ‘iya ini gue jg mau balik, sampai ketemu lagi ya’ kata ku menyudahi pertemuan singkat ini . dengan langkah yang sangat bodoh karna salah tingkah aku memutar balikan tubuhku ke arah berlawanan dari gang yang tadi ku tunjuk dan berjalan sangat cepat.. tak terasa rumahku sudah terlihat dari pandanganku mulai ku percepat langkah ku seakan tak sabar untuk beristirahat di kamar.
Memasuki rumah dengan sangat gembira dengan apa yang ku dapatkan hari ini sunggu aku senang. Ku bantingkan diri ini ke kasur yang ku sayangi ku lihat langit langit kamar yang terlihat bingung menatapku tersenyum seorang diri ‘ sungguh aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, sungguh kah ini cinta pandangan pertama? Melihatnya duduk di cafe tadi membuat ku semakin ingin sering pergi ke cafe itu, oh tuhan jangan jadiakan aku wanita yang terlalu berharap akan laki-laki yg tak akan memberikan harapan itu. Mataku mulai memejamkan kelopaknya perlahan ‘ tuhan... terima kasih’ ..

Pagi ini aku berjalan sangat cepat aku tahu hari ini aku terlambat bangun pergi kesekolah, aku yakin raka sudah menunggu ku di depan rumah ku... dan ternyata benar raka sudah memasang muka kesal karna terlalu lama menungguku. Raka ini mantan kekasih yang telah memberi banyak luka, tapi kami tetap bersama sampai saat ini meski aku lelah harus terus ber temu dengannya. Aku menduduki jog bagian belakang motorya dengan muka yang penuh rasa bersalah karna sekian kali membuatnya terlambat karena ku.
Magnet ini menuntut ku untuk mengunjungi cafe itu sepulang sekolah nanti, harus kah?
Dengan sangat malas-malassan aku mengikuti pelajaran yg sangat membosankan hari ini, menunggu bel istirahat membuatku ingin muntah di dalam kelas, suasana kelas yg sangat bising membuatku ingin segara cepat-cepat pulang.. ku kuncir berualang ulang kali rambut pirangku ini sampai bosan dan akhirnya bel istirahat pun berbunyi, seperti biasa raka selalu mengajak ku pergi ke kantin dengan pacarnya. Gilak kah? Hampir 6 bulan aku seperti ini, ngebatin. Moveon tak boleh dan aku harus terus selalu bersamanya menemani ke mana pun dia pergi bersama pacarnya, aku ini kacung?





Langkah kaki ku menuntun arah menuju cafe itu lagi.... sebenarnya apa yg aku cari? *dia* sahut hati ku dalam diam, mau tak mau aku harus menuruti kaki ini berjalan langkah demi langkah akhirnya aku pun sampai pada pintu depan cafe yang berdesian kayu pahat yg sangat unik, lalu setelah memasuki ruangan kulihat sekeliling mencari dia , tak ku temukan sosok rambut gondrong itu raut muka kecewa mulai terpancar dari diriku aku pun langsung mencari tempat duduk dan masih berharap dia datang tak lama saat aku duduk tiba tiba saja seorang laki laki langsung duduk di depan hadapanku tanpa meminta izin terlebih dahulu! Tidak sopan! Ku alihkan wajah ku ke laki laki tak sopan ini ...... dan ini ternyata raka sedang apa dia disini? Membuntutiku? Hah aku kira *dia*
‘kamu lg nunggu org bi?’ tanya raka dengan ngos ngosan
‘tidak,sedang apa kamu disini? Mana pacar mu itu’ jawab ku datar
‘aku sengaja mengikutimu, habis kamu berubah akhir2 ini bi apakah kamu sudah  menemukan seseorang yang baru?’
‘raka berkali kali aku blg, kita sudah tidak ada hubungan lagi sekarang kita hanya sebatas teman, harus kah aku memberi tahu mu apa yang aku rasa saat ini? Oke kalau memang ini mau mu . raka kenapa sih kamu ga jalanin hidup ini sendiri? Tanpa aku. aku sudah cape harus mengikuti kaki mu melangkah bersama gadis pujaan mu, kau anggap aku ini apa? Sampah? Kau sama sekali tak menghargai ke beradaanku saat kau sedang bersama gadis pujaan mu itu! Dengar raka aku pun harus mencari cinta baru! Se manis apa pun kenangan kita dulu toh itu juga masa lalu yang udah kamu sia sia in, kamu sia siain sayang tulus aku demi dia! Dan saat semua berakhir kau pun masih tetap menahanku, kau menang banyak raka! Aku ga bisa terus hidup sama masa lalu! Lebih baik kita biasa saja tak harus selalu bersama’ sahutku dengan agak emosi
‘ biba gak seperti biasa kamu berucap seperti ini, biasanya pun kamu selalu diam saat aku bersama nada’ sahut raka dengan tampang yang sangat santai.
‘aku diam karna masih menahan lelah karna apa yang telah kau lakukan! Skrng titik lemah ku sudah buyar! Aku harus tegas raka.’
Aku pun langsung meninggalkan tempat itu sambil meneteskan air mata sugguh tega raka berkata dengan santai dengan apa yg telah di lakukannya itu sangat membuatku rugi.
Jika tidak membuat bahagia, rela kan lah.
Kejadian tadi sangat membuat ku berfikir apa yang harus ku lakukan skrng demi hidupku nanti, apa harus aku terus hidup bersama masa lalu? Lalu kapan aku melangkah? Aku sudah terlalu  muak dengan semuanya aku harus mengakhiri ini secepatnya.
Aku berniat untuk mengirim pesan kepada raka, aku harus mengambil langkah tegas agar dia tak terus menerus menginjak nginjak diriku .

BIBA :‘raka maafkan aku, aku tdk bisa terus menerus hidup seperti ini hidup bersama langkah tak jelas mu itu, aku harus melakukan apa yang telah kau lakukan ‘mencari cinta baru’ dan kini aku pun sudah menemukannya, tolong rak biarkan aku pergi kau tak boleh menahanku terus di dalam permainan mu ini’
RAKA :’ kamu berubah biba, tak seperti biasanya kau seperti ini. Apa kamu lelah? Tapi kenapa baru sekarang kau bilang? Karna kau sudah dapat cinta baru? Biba hati2 itu hanya pelampiasan mu saja aku tak ingin kau pergi dengan yg lain, tetap lah bersamaku.’
BIBA :’ kata-kata mu itu se akan memojokan ku! Kamu egois. Kamu hanya seorang mantan kekasih raka,ingat! Kau tak berhak mengatur ku seperti itu aku hanya ingin bebas dari masa lalu, apa pun yg kau katakan nanti kamu harus ingat “cinta tak bisa di paksakan”
Aku sudah muak dengan laki laki seperti raka, sudah lah fokus bi anggap saja sekarang kamu dan dia sudah tidak ada apa apa, dan akhirnya aku terbebas dari masa lalu yang membuat ku gerah . sekarang tugas ku satu ‘mengejar cinta bisu’


v   
3 BULAN KEMUDIAN     
Entah hari yang ku jalani setelah tak bersama raka lagi sangat teramat bebas, enjoy aku bisa menikmati indahnya hidup. liburan semester kali ini aku hanya ingin melihatnya, melihat rambut gondrong yang membawa pocketbook hitam yg sedang  bersandar menikmati coffe. Sungguh aku merindukanya.

Membuka sosial media di kala liburan memang sangat membosan kan, gimana kalau aku belajar bahasa issyrat menggunakan tangan, siapa tau itu bermakna untukku saat bertemu galang suatu hari nanti. Dengan sangat inisiatif aku mengetik di halaman website dan mempelajari bahasa isyarat tersebut dengan sangat konsentrasi dan dengan niat pula hahahaha.
Tidak sampai seminggu aku sudah mulai mengerti bahasa issyarat tangan, dari pada ketekunanku sia sia dan tak ada gunanya aku ingin mengunjung caffe kopi tersebut siapa tau, itu adalah hari keberuntunganku bisa bertemu galang dan bercerita bersama .
Hari ini aku sengaja untuk mendatangi caffe kopi itu, ya karna hati ku tak sabar untuk bertemu denganya. Flanel kotakkotak berwarna merah berpadu dengan jeans biru ke putih2han ber padu dengan long convers merah mewarnai tubuhku hari ini, ini ku lakukan demi dia aku sangat berharap kali ini adalah hari keberuntunganku untuk bertemunya di caffe kopi tersebut. Ku langkahkan kaki panjangku menelusuri jalan menuju caffe kopi,selang beberapa menit terlihat jelas pintu kayu yang keren itu, ku semakin bersemangat untuk memasuki pintu itu, melihat apakah ada hadiah terindah didalamnya, saat memasuki pintu pertama dan melihat sekeliling isi caffe tersebut belum kulihat sosok nya di antara orang orang ini. Gagal lagi aku menemukannya di caffe ini kemana dia sebenarnya?
 aku menikmati kopi dengan hati yang bimbang, hati ini terus menanyakan dimana keberadaan si cowo gagu itu lambat laun aku pun mulai bosan dan berniat meninggalkan caffe tersebut karna org yg aku cari tak ada di antara penikmat kopi caffe ini, ku langkahkkan kaki bersama badanku yang terasa berat hendak berjalan menuruni tangga kecil yang ada di depan pintu, setelah beberapa menit berjalan aku merasa seperti ada yang menepuk pundak ku  dari belakang halah, dengan muka malas aku memalingkan badan ku dan ternyata itu adalah galang!!!!!!!!!!! Sontak hati langsung ber degup kencang , tanpa basa basi langsung lah ku pakai jurus andalan ku dengan berbicara dengannya menggunakan bahasa tangan.
Biba :’kemana saja kau, akhir-akhir ini aku mencari mu’
Galang ;’ kenapa kau mencari ku?’
Biba :’ aku ingin bertaman dengan mu, bisa kah?’
Ternyata aku semakin mahir melantunkan tangan membuahkan kata kata untuk sang gagu ini, sungguh terima kasih tuhan kau telah menemukan ku dengannya hari ini
Galang :’boleh saja, jujur aku jg sedang mencari mu makanya aku menepuk pundak mu bi’ katanya sambil mengeluarkan senyum yg penuh arti
Biba :’ kalau begitu kita bisa mampir kerumah ku untuk bercanda atau berbagi bercerita lang’
Galang ;’ baik bi’
Berjalan berdampingan dengan mu membuat ku semaking mengagumi mu lang, sungguh kau laki laki paling keren yg pernah ku temui. Aku ingin sekali memilikimu.
Sesampainya dirumah ku galang langsung duduk di depan halaman rumah ku dan dia berkata dengan menggunakan bahasa tangan ‘kita ngobrol disini aja ya bi mungkin akan lebih seru’ ku anggukan dan menyetujui permintaan galang. Dan akhirnya kami bercerita dan mengobrol bersama sambil memandang mata satu sama lain. Sungguh ini sangat lah indah.
Galang:’ kamu bisa bahasa tangan sejak kapan?’
Biba :’ sejak aku bertemu kamu aku sudah ber inisiatif untuk mempelajari bahasa tangan’
Galang :’ kenapa kau melakukan itu bi?’
Biba:’ aku ingin berbagi cerita dan bisa mengobrol dengan mu lang’ lantunku dengan memamerkan senyum sejuta harapan
Galang:’ bisa saja kau ini’ sambil mendorong pundak biba
Aku tak sanggup menahan rasa ini, rasanya ingin aku keluarkan. entah dia beranggapan ini terlalu cepat atau apa tapi yang pasti aku ingin mengatakannya sekarang juga. Dengan sangat berani aku melontarkan sebuah isyarat yang membuatnya bengong dan mentap ku kosong
‘aku tau ini terlalu cepat tapi galang kamu memang harus mengetahuinya bahwa aku ‘sudah lama mencari mu, sudah lama memendam semua ini’ dengan sedikit ragu ku ayuhkan tangan dan tangan ku berkata ‘ aku sayang kamu lang’
Beban yg sedari tadi ada di dalam hati ku kini sudah buyar, setelah aku mengungkapkannya dan seketika galang langsung membuka pocketbook dan mencari halaman yg agak lalu dan menunjukan isi dari kertas pocketbook itu ‘pertama kali mata bertemu kau memang lah beda’ ‘ rambut kuncir kuda’ ‘ kapan aku bisa bertemunya lagi’ ‘ semoga kita memandang langit yang sama’ ‘ aku ingin memilikimu’
Aku sontak kaget dan bercampur senang tak menyangka dia juga mengalami hal yang serupa dengan apa yg ku rasakan ...
Setelah aku mengetahui apa yg dia rasakan kita berniat untuk terus ber jalan, entah mungkin ini waktu yang mendadak dan terlalu cepat tapi apa boleh buat jika hati sudah berkata ‘iya’ langit dan tangan tangan kita menjadi saksi akan terungkapnya misteri hati kita masing masih, tak ku sangka pertemuan singkat ini membuahkan hadiah yang sangat ini, mulai sekarang kita tau hati kita akan berlabuh kemana.
Salam manis nf.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar