“Rachel
termenung di dalam kamarnya,kamar yang sangat indah dengan kolaborasi wallpaper
kamar yang bergambar bunga mawar,di isi dengan foto dia bersama
kekasihnya,piano hitam yang setia menemani dia saat dia merasa sepi,dan kayu
berbentuk segipanjang dengan skat di samping kiri dan kanan untuk tempat novel
yang rachel miliki,foto dia bersama kekasihnya ia pajang menggantung di diding
kamarnya.”
‘KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING’
bunyi alarm yang sangat kencang memecahkan keheningan, seketika rachel terkejut
saat mendengar alrm berbunyi begitu aja, jam menunjukan pukul 18:33 entang
mengapa rachel selalu memasang alarm saaat matahari sudah tenggelam. Ternyata
saat jam 18:33 Brian Daniel menyatakan cintanya kepada rachel,rachel takan
pernah melupakan hal itu karna itu adalah BEST DAY EVERnya,makanya dia selalu
memasang alarm tepat pukul 18:33.”
Rachel
masih termenung di kamarnya, menunggu pesan masuk dari Daniel,rachel sangat
khawatir karna Daniel tak memberinya kabar dari pagi tadi.. “*terdengar nada ponsel
berbunyi* rachel langsuung bergegas mencari Iphone nya, yaa pesan itu dari
Daniel! Rachel sangat antusias dan langsung membuka pesan dari Daniel ‘sayang maaf ya aku baru balas pesanmu,aku
sibuk banyak tugas,maaf ya:*’ untunglah Daniel ga kemana mana! Aku kira dia
pergi sama yang lain,* ucapnya ngasal*. Rachel membiarkan pesan itu,karna dia
tau bahwa Daniel sedang sibuk dengan tugasnya. Rachel memang sangat posesif dan
sangat cemburuan terhadap Daniel,tapi dia lakukan ini karna takut
‘kehilangan’daniel.
Rachel
sangat bosan dengan suasana rumah yang sepi hanya dia dan mbak tua yang setia
membersihkan istananya, papah dan mamanya sibuk kerja karna mereka adalah
pembisnis hebat tiap minggu berpergian keluar kota. Mereka mementingkan
kepentingan diri masing masing dan pekerjaannya dari pada mementingkan rachel
anak tunggal yang mereka dambakan.
‘aku
pergi dulu ya bi!’ pamitlah rachel kepada bibinya .hari ini dia akan pergi
makan siang bersama Daniel .
“mau
kemana kita?”
“pergi
ke kota tua mau ga hel?”
“katanya
kamu mau ajak aku makan?”
“iya
kita makan disana,sekalian liat kota tua itu kaya gimana”
‘yaudah
ayo niel!”
Rachel
langsung menarik seatbelt yang ada di samping kirinya. Susana mobil sangat
hening hanya terdengar lagu classic yang di setel Daniel .
Mereka
sampai di kota tua. Rachel mengnganga melihat bangunan kokoh yang berdiri tepat
di tengah sisi lokasi kota tua ini,bukannya norak rachel baru pertama kali
pergi ke museum sejarah seperti ini biasanya dia dan Daniel lebih sering
mengisi eaktu mereka di mall. Rachel terpesona melihat bangunan ini dan semakin
penasaran dengan isi dalamnya.denga kamera DSLRnya rachel mengabadikan bangunan
tua yang sangat kokoh ini, dan sesekali dia memotret dirinya bersama Daniel.
Rachel mamasuki
bangunan itu,banyak kenangan tersimpan di bangunan ini banyak barang barang antic
super keren versi jaman dulu, rachel berjalan hati hati karna anak tangga di
bangunan ini tak lagi kuat, rachel melihat se isi lantai dua dia banyak
memotret ke adaan di dalamnya di bandingkan mempotret dia dengan Daniel.
“sudah
puas hel lihat bangunan kota tua ini?”
“sudah
niel,kamu emang paling pinter deh milih tempat ini”
“hehe,lapar?
Mau makan ga tuanputri ku?”
“kita
makan di pedagang kaki lima aja gimana niel?kayanya lebih seru?”
“siap
tuanputri”
Mereka
berjalan sambil bergandeng tangan,pancaran wajah rachel terlihat begitu senang
saat Daniel menggandenganya(entah kenapa).
“perutku
serasa telah memakan beberapa meteor”
“lebay
kamu hel’nada sambil meledek”
“heh
kamu! Iseng bgt deh”
“kita
langsung pulang ya tuan putri?”
“kok
gitu?kamu ada acara sama teman temanmu niel?”
“engga,aku
lelah seharian berjalan hel”
“yaudah
kalo gitu niel”
Mereka
memutuskan untuk pulang. Saat berjalan menuju parkiran mobil rachel melihat
kota tua ini di malam hari tempat ini sangat indah dia takkan pernah melukan
hari indah2 bersama Daniel.
Sesampainya
dirumah rachel langsung membanting diri ke kasur empuknya wkw kwkwk suasana
kamar yang begitu hening tanpa ada bunyi sedikitpun,rachel heran sampai saat
ini Daniel belum kirim pesan kepadanya, ‘mungkin dia belum pulang’
23:33 ,
rachel pun belum dapat pesan dari Daniel,dia semakin badmoo akhirnya dia
menelfon Daniel dengan wajah yang agak kesal.
“ TUT
TUT TUT TUT” nada telfon tersambung
“halo?”
“kenapa
hel?”
“kenapa?aku
nunggu pesan mu!”
“kok di
tunggu?”
“aku
kangen”
“baru
tadi ketemu,masa udah kangen lagi”
“kamu
ya,nyebelin bannget sih!”
“hahaha
iya hel maaf ya sayang”
“iya”
dengan nada ngambek
*TUT TUT
TUT TELFON TERPUTUS*
Saat
telfon terputus rachel terdiam seperti meteor meteor dan planet berhenti
berputar, rachel herna daniel ga biasanya seperti ini padanya, rachel mencoba
menghubungi Daniel untuk yang kedua kalinya
“halo
hel kenapa sih?”
“kamu
yang kenapa niel!”
“aku
gapapa”
“kamu
gabisanya kaya gini! Marah sama aku?”
“gausha
neting hel”
“kamu
yang buat aku neting”
*suasa
agak memanas*
“ya aku
salah,maaf”
“tadi
siang kita biasa biasa aja,kenapa sekarang begini?”
“aku
bosan”
“denganku?”
“ya,dengan
kita”
“kenapa?”
“kamu
telalu posesif, kita pacaran semala ini,dan kamu yg selalu posesif”
“aku ga
ngerti”
“kamu
tau alasan aku ngajak kamu pergi tadi siang?”
“engga”
“ini terakhir kali aku ngajak kamu pergi hel” “kenapa?” “aku aku hati ku udah ketutup sama semua rasa
posesifmu” “jadi?” “ putus?” “semudah itu kamu bilang putus niel? Dengan waktu
semala ini kita bersama” “aku nyerah hel” “aku bisa rubah sifatku niel” “aku
harus ngambil keputusan ini hel,maaf” rachel tak percaya hal ini terjadi serasa
jantungnya berhenti berdetak air mata mengalir di pipinya, hatinya pun
berubah,hancur berkeping keeping, serasa dia orang paling bodoh saat itu,dia
merasa berubah menjadi kerdil kecil. “ thanks for everything niel, I love you”
Telfon
terputus begitu saja.
Rachel
takpercaya dambaan hatinya kini pergi,meninggalkannya,pergi
ninggalin’kita’,pergi ninggalin hari indah bersamaku,pergi. Dan membiarkan
kenangan kita terkubur tanah. Air mata rachel terus mengalir deras matanya
lebam seperti habis di keroyok 1000 masa.
‘kini
semua telah pergi,dia telah memutuskan untuk berhenti mencintaiku,menemaniku.
Kita memutuskan untuk saling berhenti mencintai,kita berpisah hal yang paling tak ku ingini selama
hidupku ‘kehilanganmu’ ya! Itu yang kutakutkan,dan semua terjadi begitu singkat
perpisahan yang menyiksa dada ku,hati ku kini menangis tak rela melihatmu
pergi,melihat cintamu pergi.
sekarang sayapku telah patah,hatikupun juga. sekarang hanya aku yang memiliki rasa ini.
@nurulftnhs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar