Rabu, 21 Agustus 2013

kamu memutuskan untuk 'pergi'

 “Rachel termenung di dalam kamarnya,kamar yang sangat indah dengan kolaborasi wallpaper kamar yang bergambar bunga mawar,di isi dengan foto dia bersama kekasihnya,piano hitam yang setia menemani dia saat dia merasa sepi,dan kayu berbentuk segipanjang dengan skat di samping kiri dan kanan untuk tempat novel yang rachel miliki,foto dia bersama kekasihnya ia pajang menggantung di diding kamarnya.”
‘KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING’ bunyi alarm yang sangat kencang memecahkan keheningan, seketika rachel terkejut saat mendengar alrm berbunyi begitu aja, jam menunjukan pukul 18:33 entang mengapa rachel selalu memasang alarm saaat matahari sudah tenggelam. Ternyata saat jam 18:33 Brian Daniel menyatakan cintanya kepada rachel,rachel takan pernah melupakan hal itu karna itu adalah BEST DAY EVERnya,makanya dia selalu memasang alarm tepat pukul 18:33.”
Rachel masih termenung di kamarnya, menunggu pesan masuk dari Daniel,rachel sangat khawatir karna Daniel tak memberinya kabar dari pagi tadi.. “*terdengar nada ponsel berbunyi* rachel langsuung bergegas mencari Iphone nya, yaa pesan itu dari Daniel! Rachel sangat antusias dan langsung membuka pesan dari Daniel ‘sayang maaf ya aku baru balas pesanmu,aku sibuk banyak tugas,maaf ya:*’ untunglah Daniel ga kemana mana! Aku kira dia pergi sama yang lain,* ucapnya ngasal*. Rachel membiarkan pesan itu,karna dia tau bahwa Daniel sedang sibuk dengan tugasnya. Rachel memang sangat posesif dan sangat cemburuan terhadap Daniel,tapi dia lakukan ini karna takut ‘kehilangan’daniel.
Rachel sangat bosan dengan suasana rumah yang sepi hanya dia dan mbak tua yang setia membersihkan istananya, papah dan mamanya sibuk kerja karna mereka adalah pembisnis hebat tiap minggu berpergian keluar kota. Mereka mementingkan kepentingan diri masing masing dan pekerjaannya dari pada mementingkan rachel anak tunggal yang mereka dambakan.


‘aku pergi dulu ya bi!’ pamitlah rachel kepada bibinya .hari ini dia akan pergi makan siang bersama Daniel .
“mau kemana kita?”
“pergi ke kota tua mau ga hel?”
“katanya kamu mau ajak aku makan?”
“iya kita makan disana,sekalian liat kota tua itu kaya gimana”
‘yaudah ayo niel!”
Rachel langsung menarik seatbelt yang ada di samping kirinya. Susana mobil sangat hening hanya terdengar lagu classic yang di setel Daniel .
Mereka sampai di kota tua. Rachel mengnganga melihat bangunan kokoh yang berdiri tepat di tengah sisi lokasi kota tua ini,bukannya norak rachel baru pertama kali pergi ke museum sejarah seperti ini biasanya dia dan Daniel lebih sering mengisi eaktu mereka di mall. Rachel terpesona melihat bangunan ini dan semakin penasaran dengan isi dalamnya.denga kamera DSLRnya rachel mengabadikan bangunan tua yang sangat kokoh ini, dan sesekali dia memotret dirinya bersama Daniel.
Rachel mamasuki bangunan itu,banyak kenangan tersimpan di bangunan ini banyak barang barang antic super keren versi jaman dulu, rachel berjalan hati hati karna anak tangga di bangunan ini tak lagi kuat, rachel melihat se isi lantai dua dia banyak memotret ke adaan di dalamnya di bandingkan mempotret dia dengan Daniel.
“sudah puas hel lihat bangunan kota tua ini?”
“sudah niel,kamu emang paling pinter deh milih tempat ini”
“hehe,lapar? Mau makan ga tuanputri ku?”
“kita makan di pedagang kaki lima aja gimana niel?kayanya lebih seru?”
“siap tuanputri”
Mereka berjalan sambil bergandeng tangan,pancaran wajah rachel terlihat begitu senang saat Daniel menggandenganya(entah kenapa).



“perutku serasa telah memakan beberapa meteor”
“lebay kamu hel’nada sambil meledek”
“heh kamu! Iseng bgt deh”
“kita langsung pulang ya tuan putri?”
“kok gitu?kamu ada acara sama teman temanmu niel?”
“engga,aku lelah seharian berjalan hel”
“yaudah kalo gitu niel”
Mereka memutuskan untuk pulang. Saat berjalan menuju parkiran mobil rachel melihat kota tua ini di malam hari tempat ini sangat indah dia takkan pernah melukan hari indah2 bersama Daniel.

Sesampainya dirumah rachel langsung membanting diri ke kasur empuknya wkw kwkwk suasana kamar yang begitu hening tanpa ada bunyi sedikitpun,rachel heran sampai saat ini Daniel belum kirim pesan kepadanya, ‘mungkin dia belum pulang’

23:33 , rachel pun belum dapat pesan dari Daniel,dia semakin badmoo akhirnya dia menelfon Daniel dengan wajah yang agak kesal. 
“ TUT TUT TUT TUT” nada telfon tersambung
“halo?”
“kenapa hel?”
“kenapa?aku nunggu pesan mu!”
“kok di tunggu?”
“aku kangen”
“baru tadi ketemu,masa udah kangen lagi”
“kamu ya,nyebelin bannget sih!”
“hahaha iya hel maaf ya sayang”
“iya” dengan nada ngambek
*TUT TUT TUT TELFON TERPUTUS*
Saat telfon terputus rachel terdiam seperti meteor meteor dan planet berhenti berputar, rachel herna daniel ga biasanya seperti ini padanya, rachel mencoba menghubungi Daniel untuk yang kedua kalinya
“halo hel kenapa sih?”
“kamu yang kenapa niel!”
“aku gapapa”
“kamu gabisanya kaya gini! Marah sama aku?”
“gausha neting hel”
“kamu yang buat aku neting”
*suasa agak memanas*
“ya aku salah,maaf”
“tadi siang kita biasa biasa aja,kenapa sekarang begini?”
“aku bosan”
“denganku?”
“ya,dengan kita”
“kenapa?”
“kamu telalu posesif, kita pacaran semala ini,dan kamu yg selalu posesif”
“aku ga ngerti”
“kamu tau alasan aku ngajak kamu pergi tadi siang?”
“engga” “ini terakhir kali aku ngajak kamu pergi hel” “kenapa?” “aku  aku hati ku udah ketutup sama semua rasa posesifmu” “jadi?” “ putus?” “semudah itu kamu bilang putus niel? Dengan waktu semala ini kita bersama” “aku nyerah hel” “aku bisa rubah sifatku niel” “aku harus ngambil keputusan ini hel,maaf” rachel tak percaya hal ini terjadi serasa jantungnya berhenti berdetak air mata mengalir di pipinya, hatinya pun berubah,hancur berkeping keeping, serasa dia orang paling bodoh saat itu,dia merasa berubah menjadi kerdil kecil. “ thanks for everything niel, I love you”
Telfon terputus begitu saja.
Rachel takpercaya dambaan hatinya kini pergi,meninggalkannya,pergi ninggalin’kita’,pergi ninggalin hari indah bersamaku,pergi. Dan membiarkan kenangan kita terkubur tanah. Air mata rachel terus mengalir deras matanya lebam seperti habis di keroyok 1000 masa.
‘kini semua telah pergi,dia telah memutuskan untuk berhenti mencintaiku,menemaniku. Kita memutuskan untuk saling berhenti mencintai,kita  berpisah hal yang paling tak ku ingini selama hidupku ‘kehilanganmu’ ya! Itu yang kutakutkan,dan semua terjadi begitu singkat perpisahan yang menyiksa dada ku,hati ku kini menangis tak rela melihatmu pergi,melihat cintamu pergi.

 sekarang sayapku telah patah,hatikupun juga. sekarang hanya aku yang memiliki rasa ini.


@nurulftnhs 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar