Lisa melihat ada yang aneh dengan kelopak
matanya,ternyata matanya membengkak sejadinya seperti ada yang mengganjal
penglihatannya.
Entah mengapa air mata mengalir saat mengingat masa indah bersamanya mantan pacarnya itu. Dia masih saja terus mengingatnya etah. Itulah bodohnya perempuan masih saja mengingat lelaki yang sudah menyakitinya,bukan kah sakit mengingat kejadian yang tak bisa kita lakukan lagi bersamanya?. Lisa berkaca, melihat matanya membengkak karna tangisan,dia terdiam melihat wajahnya dan berfikir untuk apa aku menangisinya?bukan kah dia tak melakukan apa yang kulakukan sekarang? Malam ini malam menyusuk bagi lisa, dia terus mengingatnya .
Entah mengapa air mata mengalir saat mengingat masa indah bersamanya mantan pacarnya itu. Dia masih saja terus mengingatnya etah. Itulah bodohnya perempuan masih saja mengingat lelaki yang sudah menyakitinya,bukan kah sakit mengingat kejadian yang tak bisa kita lakukan lagi bersamanya?. Lisa berkaca, melihat matanya membengkak karna tangisan,dia terdiam melihat wajahnya dan berfikir untuk apa aku menangisinya?bukan kah dia tak melakukan apa yang kulakukan sekarang? Malam ini malam menyusuk bagi lisa, dia terus mengingatnya .
Pagi tiba!seperti biasa lisa selalu telat bangun untuk
pergi ke kampus,dia bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dengan
cepet kilat lisa selesai membersihkan tubuhnya dan dia segera berpakaian.
lengan buntung berpadu dengan jaket levis dan celana panjang yang robek di bagian
dengkul membuat penampilan lisa begitu keren untuk seorang mahasiswa cantik
berambut panjang yang nan pirang seperti bule luar negri. Lisa menguncir satu
rambutnya dengan asal,yang makin membuatnya makin terlihat manis. Honda jazz
merah masih terparkir di depan garasi,seakan mobil itu menunggu pemiliknya
datang. Lisa menarik seatbelt dan
menyalakan mobil kesayangannya itu,dengan hati hati dia berjalan menulisuri komplek
rumahnya menuju kampus.
Sesampai dikampus terlihat wanita muda berambut
hitam sedang menunggu kedatangan lisa,dia Nadya, sahabat baik lisa sejak SMA.
Lisa mencari tempat untuk memarkir mobil kesayangannya,sambil celingak celinguk
lisa menemukan tempat kosong untuknya berparkir, belum sempat lisa menginjak
gas tiba tiba dari aras berlawan ada mobil yang secepat kilat memasuki lahan
parkirnya dengan wajah kesal lisa membuka pintu mobil dan menghampiri pemilik
mobil yang mengambil lahannya.
Lisa mengetok ngetok kaca mobil hingga sang pemilik
mobil pun keluar, dengan wajah kaget lisa pun terdiam untuk beberapa detik
karna melihat wajah sang pemilik mobil ini,sungguh kau tampan seperti pangeran
turun dari mikrolet *loh,lamunannya
terpecah saat laki laki itu memulai pembicaraan.
“ada apa?” sahutnya dingin dan acuh tak acuh.
“ini lahan parkirku,kamu baru saja menempatinya”
suara ketus yang lisa lontarkan membuat cowo ini kanget
“loh?ada ya cewe secantik kamu judes seperti ini”
“udah ngambil lahan parkir orang suka gombal juga,
singkirkan mobil dari lahanku! Jawab lisa lebih kasar
“untung kamu cewek,kalo cowok udah aku habisi
mulutmu itu dengan pukulan kerasku! Timpal si cowo dengan nada kurang terima
dengan pengusiran secara kasar itu.
Akhirnya si cowo itu pun mengalah.
“terima kasih” ucap lisa sambil beralari menghampiri
mobilnya .
“cewe aneh,habis marah marah langsung berubah baik”
Cowo itu pun langsung pergi meninggalkan tempat
parkir itu dan segera mencari tempat parkir yang lain. Lisa buru buru memasuki
lahan parkirnya agar tak keduluan orang lagi.
Kenapa sih lis? Tanya nadya dengan bingung, lisa
masih mengabaikan pertanyaan nadya dan membiarkan pertanyaan itu menggantung.
Mobilmu di tabrak sama si bintang? Tanya nadya lagi .’oh jadi cowo menyebalkan
itu namanya bintang,tadi di mengambil lahan parkirku nad,dia menyebalkan!’
Ucapnya membela diri karna masih tak terima dengan kejadian tadi. Nadya
menggelengkan kepala sambil tertawa kecil,masih sama saja lis kamu seperti anak
kecil dengan nada agak meledek. Aku udah berubah nad,aku berubah sejak kenal
dia(mantan pacarnya) dia membuatku seperti ini. Jawabnya ketus. ‘kamu gabisa
terus terus nyalahin masalalu mu lis,kamu kaya gini karna ga terima kan di
sakitin sama mantanmu itu?’ semestinya kamu tahu apa yang kurasakan nad,kita
sama sama perempuan,dan seharunya kamu tau gimana rasanya di posisiku saat ini .
aku ngerti lis tapi… tiba tiba saja tali sepatu lisa terinjak oleh seseorang
dan beberapa detik kemudian BRUAAAAAK terdengar benturan tubuh lisa dengan
aspal, lisa terbaring di aspal, nadya kaget saat melihat lisa terdampar di
aspal.
Awwwwww lisa merintih kesakitan dengkulnya luka
karna benturan dengan aspal,dan mencari sosok orang yang menginjak tali
sepatunya.
“kamu lagi!” dengan nada kesal sejadi jadinya
“kamu lagi juga,”nadanya ada meledek
“ish nyebelin,kamu buat kaki ku luka,masih saja
meledekku”
“nadya tolong ambilkan P3K di uks ya” sahutnya ramah
“iya siap” jwab nadya yang langsung bergegas ke Uks
“maaf ya aku ga sengaja nginjak tali sepatu mu tadi
aku terburu buru karna ada kelas” ucapnya dengan agak menyesel .
Lisa hanya terdiam, dia hanya focus ke luka pada
dengkulnya.
“sini biarku tiup luka mu” sambil mendapatkan
dengkul lisa yang sudah keluar darah segar .
Lisa terdiam melihat kelakuan cowo menyebalkan ini
berubah menjadi malaikan super baik dengan bertangung jawab atas perbuatannya menginjak tali sepatu lisa dan
membuatnya terluka,lamunanya buyar ketika nadya datang dengan membawa P3K
“bintang ini P3Knya” sambil menaruh P3K di dekat
bintang
“makasih nad, oh ya aku minta tolong pagi ini aku
ada kelas,izinin aku sama dosen rizal ya aku gabisa mengikuti kelas pagi ini
karna harus membersikan luka nona manis dihadapan ku terima kasih”
Belum sempat nadya menjawab perintah bintang,
bintang sudah berjalan sambil mengendong lisa ke tempat lebih teduh untuk
membersihkan lukanya’
“kamu masih menganggap ku cowo menyebalkan? “Tanya
bintang sambil melihat wajah manis lisa yang penuh tanda rasa bingung.
Lisa mengabaikan pertanyaan itu dan berpura pura
meringis kesakitan mengalihkan pembicaraan agar bintang segera membersihkan
lukanya.
“aku tak yakin kamu bisa membersihkan lukaku”
cetusnya dengan nada yakin seyakin yakinnya
Pertanyaan itu tak terjawab oleh bintang, bintang
malah mengambil kapas dan membasahinya dengan alcohol lalu dengan sangat hati
hati bintang membasuh luka lisa dengan kapas yang sudah di basahi alcohol itu
baru sedetik kapas itu mendarat di lukannya lisa sudah menjerit kesakitan.
“Sakit tauk!”keluh lisa Sambil mencubit hidung bintang yang mancung
seperti gunung itu-_-
“lebay deh, di usap samaa kapas ber alcohol ga
sesakit di sakitin sama cowok kok!” jawab bintang dengan ringan.
Gausah lebay nona manis banyak cowo yang naksir sama
rambut dan wajah indah mu itu. Tiba tiba saja pipi lisa berubah warna menjadi
merah seperti di riasi blasoon sangat tebal .
“kamu emang suka gombal ya!” timpal lisa dengan malu
malu.
“emang bener kok, kamu aja bodoh masih memikirkan
cowo yang udah nyakitin cewe secantik kamu”
“kok kamu tahu?” dengan muka bingung lisa
melontarkan pertanyaan itu
“matamu bengkak seperti habis nangis sepanjang
hari,biasanya cewe kalo nangis itu gara gara cinta atau gak cowo,benar kan?”
“kamu sok tau bin”
“kamu tahu namaku?”jawabnya dengan nada bingung
“tadi nadya kan menyebut namanu gausah GR deh”
timpal lisa agak meledek
Mereka keasikan mengobrol sampai lupa kalo lisa
terluka dan bintang harus membersihkan lukanya. Mereka seperti ada di dunia
baru,mereka seperti burung merpati, bertemu secara mendadak tanpa belum pernah
bertemu sebelumnya .
“nama mu siapa?” Tanya bintang dengan lembut
selembut kain sutra
Jantung lisa berdebar tak berarturan entah ini
pertanda apa dengan tak sadar lisa menjawab pertanyaan bintang dengan antusias “LISA DOMINIC”
“nama yang bagus, aku panggil kamu lisa?atau
dominic?”
“lisa aja bin,semua orang memanggilku lisa” jawabnya
ramah .
“Aku terhipnotis oleh suara lembutmu lis, aku sampai
lupa harus membersikan luka mu ini.”
“kamu sih terlalu serius mendengar suaraku” jawab
lisa agak sedikit senang
“sudah beres nona manis, luka mu tak perlu di
pleseter takut membusuk didalam”
“terima kasih bintang sambil mencubit pipi bintang
dengan gemas”
Suasana hening, lisa dan bintang bingung harus
memulai topic pembicaraan dari mana.
“sekarang jamberapa ya bin?” Tanya lisa memecah
keheninggan
“jam 11:34 lis, kamu ada kelas ya?”
“engga bin,kamu ada kelas?” Tanyanya dan
mengharapkan jawaban yang sama
“engga juga, keluar yuk?mau ngga lis? Gamau juga
gapapa sih” timpalnya ringan.
Seperti ada bebatuan menimpanya,lisa sangat terkaget
kaget dan membutuhkan selang oksigen saaat ini, bintang mengajaknya pergi? Oh
tidak jantung berdebar tak beraturan lagi seperti di kejar 1000 rusa yang akan
memakan jantungku ini. Kenapa aku jantung ku selebay ini saat bintang mengajak
ku pergi apaani…………… sudah sudah.
“kok malah bengong lis?” celetuk bintang dan membuat
lamunan lisa buyar
“AYUUKK!” seru lisa antusias.
Mereka menghabiskan waktu sampai malam sampai pada
akhirnya bintang ingin mengukapkan apa yang ia rasakan.bintang menggapai tangan halus lisa.
“lis, pas aku lihat kamu di parkiran kamu sungguh
cantik kamu punya jiwa yang menyenangkan meski agak menyebalkan. Aku lihat
wajahmu masih penuh luka,benar bukan? Luka yang sulit di sembukan,sakit hati
benar bukan? Mungkin ini cinta pandangan pertama yang kurasakan. Aku bisa
merubah sakit mu menjadi kebahgian lis,Would you be my girlfriend ?
Lisa sontak kaget dengan apa yang barusan bintang
katakan, jantungnya berhenti mendadak,bintang di langit seperti dengang
mengelilingi hatinya yang sedang berbahagia ini, bukan ini yang lisa mau
menemukan sosok baru?yang bisa membuatnya lebih bahagisa?
‘bukan kah cinta menyenagkan?’
‘bukan kah cinta itu membahagian?’
‘bukan kah cinta itu inda?’
Namun. Ada yang kutakut bin. Aku takut cinta pergi
lagi bukan kah di setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan bukan kah di
setiap rasa bahagia ada rasa sakit? Mereka satu paket bukan?
Cinta terlalu rumit tukku pahami.
“ I ready to be yours bintang”
tanpa rasa sakit kebahagian itu gak akan ada.
bukan kan cinta itu menyenangkan untuk di rajut kembali?
ini ceritan fiktif. alias ga nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar